MANFAAT SILATURAHMI

Oleh ROESLI LAHANI YUNUS

BERSILATURAHMI sebenarnya bukan di bulan Syawal saja, sebagaimana umumnya dilakukan oleh umat Islam Indonesia. Silaturahmi artinya tali persahabatan atau tali persaudaraan, sedangkan bersilaturahmi mengikat tali persahabatan. Jadi, untuk mengikat tali persahabatan itu kapan saja waktunya, dan tidak boleh diputuskan, harus dilanjutkan oleh anaknya.

Kita pun diperintahkan oleh Allah untuk menjaga hubungan silaturahmi (Annisaa: 1). Sebagai umat Islam, perintah Allah itu harus dipatuhi. Orang yang mematuhi perintah Allah itu adalah orang yang takwa. Takwa artinya terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat dan patuh melaksanakan perintah Allah serta menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Di sini pun termasuk kesalehan hidup seseorang. Dia pun harus insaf bahwa manusia itu dijadikan Allah untuk bertakwa kepada-Nya.

Kini dapat dimengerti, betapa pentingnya silaturahmi dalam Islam. Maka melihat pentingnya silaturahmi, dengan sendirinya permusuhan itu dilarang dalam Islam. Berbagai macam dan cara untuk menimbulkan permusuhan, terutama orang-orang yang benci terhadap Islam, seperti pertentangan, peperangan, berjudi, minum khamar, dan sebagainya. Itulah sebabnya dalam Islam dilarang berjudi dan meminum-minuman keras.

Dalam Quran surat Almaaidah: 91, Allah telah berfirman,

“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingati Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”.

Di sini pun perlu keimanan seseorang dalam menempuh hidup karena setan itu ada di sekeliling kita. Setan itu selalu berbuat untuk memalingkan umat Islam dari keyakinannya (keimanan).

Silaturahmi yang dianjurkan dalam Islam berguna juga untuk mempersatukan pendapat dan keyakinan. Satunya pendapat dan keyakinan sebenarnya sudah ada dalam Alquran dan Hadis (bukan yang palsu). Orang di luar Islam berusaha memalsukan dan memutarbalikkan yang benar itu. Di sini diperlukan keimanan yang kuat.

Kuatnya keimanan seseorang tidak akan goyah oleh uang, kedudukan, pangkat, dan sebagainya. Itulah gunanya bersilaturahmi dan silaturahmi inilah yang memperkuat tali persahabatan atau persaudaraan. Persahabatan atau persaudaraan ini perlu dibina sepanjang masa. Pembinaannya dengan mempersatukan pendapat dan keyakinan.

Dalam kata lain, silaturahmi pun dapat dikatakan bersalam-salaman. Ini pun suatu tanda bahwa pendapat dan keyakinan itu telah menyatu. Dengan silaturahmi itu akan tumbuh rasa kasih sayang dan mereka itu akan dikasihi pula oleh Allah.

Sekiranya terjadi persatuan (pendapat) di Indonesia, tentu tidak akan sebanyak ini partai politik di tanah air. Dari sini dapat kita lihat bahwa persatuan di Indonesia tidak atau belum terlaksana.

Belum terlaksananya persatuan di Indonesia sudah jelas disebabkan tali persahabatan itu masih longgar. Untuk memperkuat tali persahabatan itu, yaitu dengan bersilaturahmi, dan terutama sekali persatuan dalam agama.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali Imran: 103).

Semakin jelas sekarang, mengapa terjadi berbagai cobaan terhadap bangsa dan negara Indonesia belakangan ini. Semuanya itu disebabkan tidak berpegang kepada tali (agama) Allah. Penyebab lain karena tidak bersatu. Sebenarnya kita telah berada di jurang kehancuran, tetapi Allah masih punya kebijaksanaan.

Kita berkaok-kaok “mari bersatu”, tetapi semuanya itu di mulut belaka. Kita semuanya mengerti, harus sesuai mulut dengan hati. Umumnya bangsa Indonesia “berlainan mulut dengan hati”. Ya di mulut, tetapi hati mengatakan tidak.

Di sini diperlukan keyakinan atau keimanan. Umat Islam harus yakin bahwa apa yang terjadi adalah cobaan dari Allah. Semua yang terjadi di Indonesia seperti kebakaran, gempa, longsor, banjir, dan sebangsanya adalah cobaan semata. Bagi mereka yang terkena musibah itu adalah siksaan dan yang dekat dengan musibah itu terbawa karena tidak pernah memberi peringatan kepada yang berbuat, seperti berbuat maksiat, menebang kayu (yang menimbulkan longsor), dan sebangsanya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (Q.S. Alanbiyaa: 35).

Cobaan itu bukan berupa buruk dan baik saja, tetapi anak, istri, pangkat, kedudukan, kekayaan, dan harta.

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar” (Q.S. Attaghaabun: 15).

Semuanya yang baik itu adalah berkat silaturahmi karena bersilaturahmi dapat saling nasihat-menasihati, bertukar pikiran, tukar pengalaman, saling menerima dan memberi, saling tunjuk-menunjuki, dan sebangsanya.

Manfaat silaturahmi, di samping hubungan baik antara manusia dan manusia, silaturahmi dapat pula memperpanjang umur. Yang dimaksud memperpanjang umur, kita akan selalu diingat oleh pihak yang dikunjungi, demikian pula sebaliknya.

Kita pun yakin bahwa umur itu di tangan Allah. Allah yang menentukan kematian seseorang. Kecil akan meninggal, tua, muda, laki-laki, dan perempuan akan meninggal. Ibarat daun, yang masih hijau akan gugur dan yang sudah mersik pun akan mencium tanah.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk)” (Q.S. Qaat: 43).

Jelas sekarang, bahwa kematian itu di tangan Allah. Nama yang selalu dikenang sebab dia selalu bersilaturahmi. Silaturahmi betul-betul bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: